BAHAYA
Kendaraan ini memiliki Sistem Penyimpanan Energi yang Dapat Diisi Ulang (RESS) bertegangan tinggi. Penanganan yang kurang tepat atau kerusakan pada RESS dapat menyebabkan sengatan listrik dan/atau kebakaran, yang akan mengakibatkan kematian atau cedera parah.
(08705a)
BAHAYA
RESS yang rusak dapat menyebabkan kebocoran elektrolit. Kontak dengan elektrolit akan menyebabkan luka bakar parah akibat bahan kimia atau kebutaan.
(08706a)
BAHAYA
Selalu menganggap sistem Tegangan Tinggi (HV) kendaraan yang rusak sedang memiliki daya dan sedang memiliki arus listrik! Selalu memakai Alat Pelindung Diri (PPE) yang sesuai, termasuk Alat Pernapasan Bertekanan Udara (SCBA). Kelalaian memakai PPE dapat menyebabkan sengatan listrik, luka bakar, dan/atau terpapar bahan beracun yang akan menyebabkan kematian atau cedera serius.
(09932b)
BAHAYA
Jangan sekali-kali menusuk, memotong, mengungkil, atau membongkar salah satu struktur kendaraan untuk memasukkan air ke baterai atau kompartemen baterai. Sentuhan dengan komponen bertegangan tinggi dapat terjadi sehingga mengakibatkan sengatan listrik, yang akan menyebabkan kematian atau cedera serius. (09934b)
PERINGATAN
Baterai lithium-ion yang disalahgunakan atau digunakan dengan tidak tepat dapat menjadi panas, meledak, atau terpantik, atau berpotensi mengeluarkan gas, asap, atau cairan. Selalu ikuti tindakan pencegahan untuk keselamatan dalam penggunaan baterai. Baterai lithium-ion yang disalahgunakan atau digunakan dengan tidak tepat dapat menyebabkan kematian atau cedera parah. (07729b)
Jika baterai bertegangan tinggi rusak saat kecelakaan, dan baterai bocor, gas bisa keluar. Gas ini dapat bercampur dengan udara dan mengakibatkan ledakan. Jika kendaraan berada dalam bangunan, buka semua pintu atau jendela untuk mengeluarkan gas. Jauhkan kendaraan dari api, bunga api, dan segala sumber api. Jika kendaraan terbakar, api dapat membakar sel baterai bertegangan tinggi. Panas berlebihan dapat menyebabkan sel baterai melepaskan panas.
Gunakan air untuk memadamkan kebakaran baterai tegangan tinggi. Jika baterai terbakar, terpapar panas tinggi, atau melepaskan panas atau gas, gunakan air dalam jumlah besar untuk mendinginkan baterai. Jangan mencoba memadamkan kebakaran dengan sedikit air. Untuk sepenuhnya memadamkan dan mendinginkan kebakaran baterai, dibutuhkan air yang banyak, langsung siramkan ke baterai, dan selalu menyiapkan pasokan air tambahan. Jika air tidak segera tersedia, gunakan bahan kimia kering, CO2, busa, atau metode pemadaman api tertentu lainnya untuk memadamkan api hingga air tersedia.
Lihat Tanggap Darurat → Pemeriksaan → Area Pemeriksaan Suhu . Setelah semua api dan asap tampak mereda, kamera pencitraan panas atau pistol suhu nonkontak dapat digunakan untuk memantau suhu baterai tegangan tinggi dan kecenderungan peningkatan atau pendinginannya. Kebakaran, asap, atau pemanasan tidak boleh ada pada baterai setidaknya selama satu jam sebelum kendaraan diserahkan kepada petugas lain, penegak hukum, pengangkut kendaraan, dll. Baterai harus sepenuhnya didinginkan sebelum kendaraan diserahkan atau ditinggalkan di tempat kejadian. Selalu beri tahu petugas lain bahwa baterai berisiko menyala kembali atau kebakaran.